Indonesia mempunyai potensi energi baru dan terbarukan yang melimpah

Penggunaan energi di masa mendatang akan terus meningkat, karena itu sangat dibutuhkan energi baru dan terbarukan guna bisa memenuhi kebutuhan energi manusia di masa depan.  Sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah untuk dijadikan sumber energi. Salah satu yang bisa dikembangkan dengan baik adalah tenaga surya dan angin. Dan daerah yang memiliki ragam potensi EBT salah satunya adalah Lombok.

Potensi energi hijau yang bisa dimanfaatkan untuk ketenagalistrikan di Lombok salah satunya adalah biomassa yang dimanfaatkan dari sekam padi yang banyak ditemukan di Lombok bagian timur, tengah dan barat. Tenaga surya yang juga sangat melimpah di kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber EBT.  Rata-rata tenaga surya yang bisa dimanfaatkan menjadi listrik sebesar 3,3-5,6 kWh/m2. Sementara untuk tenaga angin atau bayu, potensi terbesar ada di bagian selatan Lombok dengan rata-rata kecepatan angin mencapai 6-7 m/s.

Investasi yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tenaga bayu adalah sekitar US$ 75-100 juta dengan tarif listrik US$ 11,8 sen/kWh. Sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dibutuhkan investasi US$ 20-30 juta. Dari investasi tersebut, internal rate of return (IRR) atau pengembalian dari modal proyek paling besar pada PLTBm dengan kisaran 4-24%. Kemudian PLTS 7-14%, PLTB 7-16%, dan PLTSa 2-15%.

Dalam perjalanan untuk melepaskan ketergantungan Indonesia akan batu bara, investasi pada EBT adalah sebuah langkah yang harus berani diambil. Dampak dan biaya yang harus dikeluarkan Indonesia dalam hal recovery alam serta semakin menipisnya cadangan fosil dapat menyebabkan krisis energi. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *